Belakangan ini, saya punya kebiasaan yang sangat buruk, yaitu being couch potato sambil marathon series Netflix. Daripada sekedar jadi kebiasaan buruk, ijinkan saya membuatkan review dari 3 series Netflix yang WOW banget versi IndyRin, siapa tau bisa jadi hiburan buat temen-temen juga!

Ketiga series ini saya pilih agak-agak random, bukan series yang memang saya kepingin banget nonton. Bahkan, ada series yang saya agak males nonton awalnya. Tapi, endingnya? WOW.

Yuk mari kita bahas satu-satu.

First Love

Everybody keeps saying that this series is very very very good. Tapi, pada kenyataannya, saya ngga nonton series ini immediately setelah dirilis akhir November 2022 lalu karena ngga tertarik. Baru pada akhir Desember-awal Januari 2023 ini saya coba nonton.

Dan ternyata memang bagus. Dari segi cerita sebenernya cukup simpel, tentang cinta pertama ketika SMA yang hilang karena suatu kejadian, kemudian di pertemukan kembali 15 tahun kemudian. Terinspirasi dari lagu First Love-nya Utada Hikaru. Simpel kan?

Sayangnya, dalam kurun 15 tahun itu banyak hal yang terjadi yang membuat pertemuan antara dua sejoli Harumichi dan Noguchi begitu menyedihkan sekaligus begitu romantis. Ada pembicaraan soal prinsip, emosi, dan mimpi di dalamnya. Cukup simpel tapi kompleks juga.

Yang membuatnya series ini menarik adalah bagaimana cerita simpel itu diceritakan. Meskipun alurnya dibuat maju mundur antara jaman sekarang dan masa lalu, kisah Harumichi dan Noguchi plus berbagai hiruk pikuk kehidupan mereka selama 15 tahun bisa tersampaikan dengan sangat cantik.

Ceritanya cukup dramatis kayak judulnya, tapi tetap menyelipkan unsur komedi yang ngga berlebihan sama sekali. Settingnya dan latar belakang ceritanya cukup sederhana, ngga ada yang berlebihan, dan terasa real.

Banyak orang memuji sinematografi di series ini, dan ternyata memang pengambilan gambarnya cinematic banget. Plus ditambah dengan setting nya di Hokkaido, menambah bumbu-bumbu romantis dengan pemandangannya yang ternyata bagus-bagus.

Baca juga  "Beef" from Netflix: Drama "Dark Comedy" yang Sarat Makna

Buat saya, ada satu poin lagi yang on point, yaitu wardrobe designer-nya. Baju yang dipakai di series ini entah kenapa unik, tapi tetep chic, dengan color palette yang bagus.

Soal aktor/aktris-nya, bisa dibilang series ini mendatangkan jajaran aktor/aktris yang berpengalaman. Meski saya ngga begitu kenal Hikari Matsushima, tapi jajaran Takeru Satoh, Gaku Hamada, dan Kaho, sudah membawa kualitasnya sendiri.

Yang jelas drama ini untuk dewasa ya, karena mengandung adegan dewasa juga.

The Glory

Begitu series ini rilis, meme-nya langsung beredar di mana-mana. Banyak yang membahas, terutama bagian bullying-nya, yang itu adalah main story-nya.

Awalnya saya ngga tertarik meskipun yang maen Song Hye Kyo (yes, I didn’t watch DotS though I love Song Hye Kyo acting quality). Tapi akhirnya tertarik juga gara-gara ada yang bilang drama ini mirip series Revenge, salah satu series Amerika favorit saya yang diperankan oleh Emily Van Camp.

Dan memang, series the Glory ini mengambil tema balas dendam seorang korban bully terhadap pelaku bullyingnya. Saking sadisnya bullying yang dilakukan di series ini, saya sampe penasaran seperti apa nantinya balas dendam yang akan dilakukan oleh si korban.

Series yang rilis di bulan Desember 2022 ini memang menceritakan perjalanan Moon Dong Eun untuk balas dendam terhadap teman-teman SMA-nya yang mem-bully dia dengan sangat kejam. Dan, rencana balas dendamnya ternyata ngga main-main dan bikin penasaran apakah berhasil atau nggak.

Aktingnya Song Hye Kyo ya ngga usah ditanya lah ya, tapi saya ngga bisa komen banyak sama pemain lainnya, karena ngga kenal hehehe.

Satu-satunya hal yang menonjol dari series ini adalah plot-nya yang selalu bikin penasaran. Jalan ceritanya yang ngga ketebak, dan plotting revenge memang bisa bikin penasaran hahaha.

Baca juga  Gossip Girl 2021 dan Dinamika Remaja yang Sudah Berubah

Kekurangan series ini cuma satu, part 2 nya baru akan rilis bulan Maret! Jadi belum bener-bener bisa me-review dengan dalam. Padahal awalnya saya udah excited liat list episode-nya cuma 8, ternyata 8 x 2 hahahaha.

Yang jelas 8 episode pertama cukup worth watch. Tapi ngga untuk ditonton anak muda, terlalu sadis.

Ozark

Habis nonton the Sinner (which is so goood) di Netflix, saya kepingin nonton seris yang sejenis. Entah kenapa muncul Ozark di rekomendasi.

Sejujurnya, 30 menit episode pertama saya ngga tertarik, karena ekspektasi bahwa ini bakal kayak the Sinner sama sekali ngga tercapai. Baru bulan ini saya lanjutin episode pertama itu, dan ternyata MENARIK BANGET sampe ngga bisa berhenti.

Cerita series ini berputar pada seorang financial advisor cerdik bernama Marty Byrde yang terjerumus ke dalam bisnis money laundering seorang drug cartel Mexico. Ia harus pindah dari kota Chicago ke Ozark dan mencuci uang di sana, atau keluarganya akan di bunuh.

Yang menarik dari seri ini bukan hanya soal kecerdikan Marty mencuci uang dan menghindari kejaran cartel yang sangat menarik, tapi juga soal keluarga, komunikasi dalam keluarga, bahkan parenting.

Karakter yang ada di dalam series ini juga berkembang dari season ke season. Wendy Byrde yang awalnya hanya seorang ibu, seorang istri dari Marty Byrde yang ketauan cheating, ternyata seorang business woman dan negotiator yang handal.

Begitu pula anak-anak keluarga Byrde dan kolega mereka yang makin berkembang tiap season dan makin bikin penasaran akan ada apa selanjutnya.

Saya personally kepincut dengan sosok Marty Byrde yang kalem, sabar, dan cerdik padahal dia berada di situasi yang bener-bener parah. Udah gitu, dia ternyata sosok suami yang baik, ayah yang hangat, dibalik ulah tingkahnya dalam permasalahan keluarganya.

Baca juga  Celebrity, Netflix K-Drama: Cerita Kerasnya Dunia Influencer ala Korea

Juga sosok Wendy Byrde yang diam-diam ternyata bisa menjadi sosok yang powerful sekaligus menakutkan.

Series ini ngga cuma ngomongin pencucian uang, kriminal, drug cartel, tapi juga ngomongin soal mengelola bisnis, politik, dan juga keluarga, termasuk hubungan dan komunikasi antar suami-istri dalam keluarga. Believe it or not, tapi banyak pelajaran tentang keluarga yang saya pelajari di sini.

Yang jelas ceritanya ngga melulu soal cuci uang. Ada banyak hal yang diceritakan dengan cara yang sangat menarik dan selalu bikin penasaran di akhir episode. Tonton deh kalo ngga percaya.

But again, ini bukan tontonan remaja yak. Pastikan cuma yang dewasa dan ngerti dunia dewasa aja yang nonton.

Nah, semoga review singkat alakadarnya ini bisa membantu teman-teman memilih tontonan terbaik di Netflix. Dan, hati-hati jangan sampai ketagihan!

Jadi series netflix yang wow menurut teman-teman yang mana?

Share this post

2 comments

  1. Waaah belom ada satu pun yang aku tonton nih seriesnya, meskipun beberapa udah tau sih. Untuk First Love aku gak mau nonton sih abis kayaknya bikin nangis katanya, kayaknya aku udah parno duluan kalo bakal sad ending hahaha tapi kalo The Glory pengen sih nonton nanti soalnya emang rame banget kan ya, awalnya gak tertarik karena tema yang berat banget sekarang jadi tertarik banget karena katanya bagus banget. Penasaran deh, tapi kayaknya sih aku nunggu season 2 tayang dulu deh biar gak penasaran banget hahaha

    1. Setuju kaaak, the Glory nya ditahan sampe part 2 nya keluar aja, ngga enak banget nih uda nonton separo tapi masih nggantung bangeetttt
      First Love mendayu-dayu ceritanya tapi saya cuma nangis sekali kak, dan bukan dimasalah percintaannya justru, tapi karena masalah keluarga hahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *