Sepuluh tahun yang lalu, saya menemukan Kyary Pamyu Pamyu dan immediately fall in love with her di tengah kegalauan menjalani per-koass-an. Kali ini, ditengah rumitnya perjalanan “menjadi dewasa” saya kembali menemukan girl group (GG) yang bener-bener bikin semangat masa muda menyala lagi, namanya XG. So, let me tell you why XG is indeed an extraordinary girl group!

Who is this girl group XG?

XG merupakan kependekan dari extraordinary girls yang merupakan GG beranggotakan 7 cewek-cewek talented berusia 17-20 tahunan dari Jepang. Meskipun mereka all-japanese gg, tapi mereka justru lebih banyak mempromosikan musik mereka di Korea ketimbang Jepang.

XG sendiri dibentuk dari para trainee dari Avex Artist Academy Japan, semacam sekolah idol di Jepang. Kalau ada yang kenal Hikaru yang debut di dalam grup Kepler dari reality show MNet Girls Planet 999, dia juga salah satu trainee dari Avex Artist Academy.

Kalau kebanyakan gg jaman sekarang menonjolkan kecantikan, keimutan, dance yang seksi enerjik, dengan musik yang K-Pop, XG membawa konsep girl crush yang bener-bener swag dan memiliki taste yang lebih internasional, not J-pop and not just K-pop, terutama di single terbaru mereka Shooting Stars dan Left Right.

Awalnya, XG dikabarkan sebagai sebuah proyek kolaborasi antara YG dan Avex, namun ternyata mereka bernaung dibawah Xgalx, sebuah subsidiary label milik Avex, dan diproduseri oleh artis korea keturunan Jepang yang dikenal dengan nama Jakops.

Saya sendiri kalo soal musik hiphop dan dance, saya percaya label Avex adalah yang terbaik di Jepang. Soalnya dulu BoA, Daichi Miura, Exile dan E-Girls, yang taste musik dan koreografi-nya sangat berselera internasional, bernaung dibawah label ini.

So, now let me get to the detail, why they are so extraordinary?

The Extraordinary Girl Group XG

XG: Extraordinary Member

Ada 7 orang yang menjadi member XG dan kesemuanya memiliki daya tarik yang berbeda. Di sini saya ngga akan membahas informasi umum yang banyak beredar di internet, saya akan fokus ke hal yang bener-bener menarik menurut saya.

Ketujuh member XG

Jurin yang merupakan leader XG ini ternyata dulunya atlet snowboarding sebelum bergabung di XG. Menurut saya Jurin ini tipe mukanya mirip cantiknya kayak aktris Jepang yang namanya Nanao. Saya pikir Jurin cuma modal cantik aja, ternyata rap dan dance-nya juga badass banget!! Pas liat promosional dance videonya, wah langsung klepek-klepek liat swag-nya lah.

Baca juga  Shirakawa-go Tanpa Salju: seperti apa?

Yang paling menonjol saat ini menurut saya adalah Cocona, si member termuda yang baru berumur 16-17 tahun. Video ngerap-nya dalam Galz Xypher viral di sosmed dan semua orang termasuk para rapper berpikir sama, bahwa Cocona ngerapnya ngga main-main kerennya, padahal masih muda!

Ngga cuma itu, dari sejak keluarnya video promosional dance-nya Cocona, udah keliatan banget skill ngedance-nya dia emang oke banget. Bahkan attitude-nya dia udah hiphop/RnB banget lah. Belum pernah saya liat idol yang attitudenya so coooool and so swaaaaggg kayak Cocona. And even better than Jurin!

Berikutnya adalah Harvey, si blasteran Jepang-Australia yang mukanya mirip Camilla Cabello. Kalo dibandingin sama Danielle-New Jeans mungkin lebih cantik Danielle. Tapi skill dance dan ngerap-nya si Harvey ini juga ngga main-main. Apalagi dia punya tone suara yang sangat komersil dan cocok di pasar musik jaman sekarang. Kalau saya seorang produser, Harvey ini udah whole package, dari visual sampe music performance semuanya bisa dijual.

Salah satu yang diam-diam memikat saya adalah Hinata. Di dua single awal mereka, Tippy toes dan Mascara, Hinata keliatan seperti cuma seorang visual. Tapi coba liat video mereka XG Move #3 ternyata Hinata kece banget! Dan coba dengerin vocal dia di video Ride, bahkan untuk pasar K-POP menurut saya Hinata komersil banget suaranya.

Badass promotional performance by XG

Ada satu member yang selalu jadi underdog, yaitu Maya. Entah kenapa kalo ada polling, Maya selalu paling bontot. Padahal Maya satu-satunya member yang pronounciation bahasa Inggris-nya paling bagus, yang bikin rap-nya dia jadi enak dan jelas buat dinikmati. Dan menurut saya, visualnya sangat cocok untuk pasar K-Pop, karena ada bagian wajah Maya yang keliatan seperti CL (2ne1) jaman dulu. Skill dance? Jelas diatas rata-rata.

Selain Hinata, ada dua lagi vocalist di XG, yaitu Juria dan Chisa. Chisa ini punya suara yang sangat renyah, walaupun menurut saya kurang cocok di pasar asia, tapi jelas cocok untuk pasar internasional. Sedangkan Juria, kebalikannya. Seperti Hinata, suara Juria ini cocok banget untuk ballad ala Korea gitu.

Kalau disuruh mengurutkan mana member paling talented, jujur aja saya ngga bisa. Karena masing-masing dari mereka punya kelebihan sendiri-sendiri dan kelebihan itu punya market-nya masing-masing gitu.

Baca juga  Sanctuary: Drama per-Sumo-an di Netflix yang ngga untuk semua orang

Konsep yang Extraordinary dari XG

Kalau mau membandingkan mungkin yang paling cocok dibandingkan dengan New Jeans, karena kedua grup ini sama-sama mengusung konsep girl crush. Tapi, kalau New Jeans mengutamakan energi kecewek-cewekan, XG ini mengusung konsep yang androginy. Kita bisa melihat konsep mereka disukai perempuan tapi juga bisa diidolakan laki-laki juga. Dan ngga aneh ketika melihat cowok-cowok menggandrungi konsep yang memang swag banget dari XG.

Mana ada girl group jaman sekarang debut dengan konsep begini. Bold dan extraordinary banget. Konsep perdana mereka pas debut dengan lagu Tippy Toes. Koreografi di Tippy toes juga badassssssss banget!

Kalau diamati baik-baik, konsep yang diusung XG juga bukan sejenis konsep yang bisa dikuasai oleh siapa saja. Like, it has to be them! Nge-dance dengan seragam yang bener-bener seragam plus bucket hat menutup setengah muka kaya the Jabbawockeez, ngga semua orang bisa.

Selain itu, grup ini sejak awal memang tidak hanya mengincar market Asia aja, tapi juga internasional, dengan meluncurkan lagu-lagu yang kesemuanya full berbahasa Inggris. Makanya, ngga heran kalau para member XG ini fasih 3 bahasa: Jepang (bahasa ibu), Korea, dan Inggris. Terutama Cocona dan Maya yang bersekolah di sekolah International, bahasa Inggris mereka emang exceptional.

Dance Skill yang Merata

Baru pertama kali ini saya melihat girl group dengan kemampuan dance yang rata antara satu anggota dengan anggota lainnya. Jadi kalau melihat full choreography mereka itu rasanya puas, karena begitu indah dan rapih!

Bisa dibilang ngga ada yang skill-nya lebih tinggi, walaupun ada beberapa anggota yang memang punya swag dan punya attitude yang lebih mencolok dari yang lain. Tapi hal itu tidak berarti kemampuan dasar menari mereka berbeda. Justru saya kagum sama yang pada punya swag dan attitude itu tidak berusaha membuat mereka lebih menonjol daripada yang lain.

Coba deh liat video dance performance mereka, bener-bener eye-pleasing.

Apalagi dalam hal koreografi, mereka bener-bener dilatih dan diajari oleh koreografer top seperti Sienna Lalau, Choi Hyojin (dari Street Woman Fighter), Aiki, dan lainnya, yang masing-masing punya style yang fresh dan fun, yang bisa ditampilkan dengan apik oleh para member XG.

Kalau melihat forum Alphaz (penggemar XG) semua setuju bahwa skill dance mereka memang on another level lah pokoknya.

Mengapa mereka tidak sebesar artis K-POP lainnya?

Nah, pertanyaannya, kalau mereka se-extraordinary itu, kenapa mereka tidak sebeken New Jeans atau Blackpink? Padahal lagu mereka sudah internasional dan dancenya sudah oke banget? Ada beberapa teori yang menurut saya mempengaruhi promosi mereka.

Baca juga  "Indomie".... Selera Orang Jepang

Confusing market

Mereka memang mentargetkan untuk menembak pasar internasional, yang itu ngga hanya penggemar K-POP dan J-POP saja, tapi lebih global lagi.

Tapi, format mereka yang merupakan all-japanese girls dengan lagu yang full bahasa Inggris sepertinya kurang menggambarkan diversity, beda dengan Lesserafim, IVE, Twice, yang menyelipkan member berkewarganegaraan Jepang di dalam sebuah grup K-POP.

Dan bagi para penggemar fanatik K-POP pun XG ini terasa seperti “asing”, karena anggotanya tidak ada yang dari Korea, dan tidak satu lagu hits-nya pun yang berbahasa Korea. Padahal promosi mereka paling gencar justru di Korea.

Pun bagi para penggemar J-POP, mereka tidak bisa relate dengan XG selain karena kesemua anggotanya adalah orang Jepang. Sementara lagu dan taste musik mereka tidak “Jepang”, plus promosi yang minim di Jepang, lebih minim daripada Niziu besutan JYP.

Dari sudut pandang yang lain, konsep XG jadi terlalu terlihat internasional dan kurang stay true to their origin.

Akan lebih mudah bagi gg untuk memenangkan kompetisi global ketika mereka sudah memenangkan kompetisi di negara asal mereka. Seperti Blackpink yang menguasai pasar Korea sebelum beranjak lebih global hingga tampil di Coachella yang menggambarkan selera internasional, bahkan tanpa lagu yang full bahasa Inggris.

Skandal CEO Avex dan Hubungan Korea-Jepang

Bukan rahasia lagi kalau hubungan Korea-Jepang tidak seharmonis itu, layaknya Indonesia-Malaysia yang kadang harmonis, kadang ribut perkara klaim.

Sayangnya, hubungan yang kurang harmonis ini diperparah dengan isu pernyataan CEO Avex yang memberi kesan “anti-Korea” tentang debut XG.

Belum lagi diperparah dengan isu yang menyebutkan XG merupakan kerjasama Avex dan YG, yang oleh penggemar YG dianggap bahwa XG mendompleng ketenaran YG untuk mempromosikan XG. Jelas ini bukan isu yang bagus dalam promosi XG.

Konsep di lagu “Mascara” yang kurang pas

Ketika debut, mereka tampil dengan konsep yang kuat di lagu Tippy Toes. Tapi, entah kenapa lagu hits kedua mereka berjudul “Mascara” dianggap kurang catchy dan terlalu biasa.

Memang sih, kalau dibandingkan Tippy Toes, dan hits terbaru mereka Shooting Stars dan Left Right, lagu Mascara ini terlalu “pasaran” layaknya lagu gg pada umumnya.

Untungnya mereka kembali merilis hits yang seperti mengembalikan jati diri mereka ke konsep debut mereka lewat lagu Left Right yang musik dan konsepnya seperti musik hiphop/RnB tahun 2000an. And voila, mereka berhasil menembus salah satu charts radio di US!

Summary

XG is a great girl group with great potency. Dengan penampilan mereka yang kuat, konsep yang unik, dan musik yang internasional, sebenarnya mereka bisa menembus pasar yang lebih luas lagi.

Tinggal melihat apakah promosi dapat melambungkan nama mereka lebih tinggi. Yang jelas saya mendukung XG untuk meroket secara global!

Share this post

4 comments

    1. Lho SAMA! Awalnya saya juga langsung jatuh cinta sama Jurin dan Cocona.
      Tapi lama kelamaan Hinata kok keren juga, Maya juga, terus akhirnya semuanya jadi suka hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *