Pas pertama denger judulnya, sama sekali ngga tertarik, karena terdengar tacky dan murah. Tapi, siapa sangka ternyata cerita yang ditawarkan di limited series Netflix ini ternyata menarik dan bikin saya ketagihan untuk nyelesaiin seluruh episodenya dalam 2 hari! Seperti apa review drama House of Ninjas ini? Yuk simak di sini.

Synopsis

Drama ini berputar sekitar keluarga Tamara, sebuah keluarga shinobi, alias ninja, yang hidup dengan menyembunyikan jati diri mereka sebagai seorang shinobi. Terdiri dari nenek, bapak, ibu, Gaku (anak laki-laki pertama), Haru (anak laki-laki kedua), Nagi (anak perempuan ketiga), dan Riku (adik laki-laki terakhir) yang kesemuanya adalah shinobi.

Keluarga tersebut berhenti menjadi shinobi setelah satu kejadian pada misi terakhir mereka yang menyebabkan terbunuhnya Gaku. Meskipun mereka berusaha hidup normal seperti keluarga biasa, pada akhirnya mereka kembali ke jati diri mereka shinobi untuk satu misi yang kemudian menguak misteri kematian Gaku.

Genre drama ini: Action, drama, thriller

The Review

It is all about family

Salah satu poin yang menarik dari series ini menurut saya adalah cerita yang berputar pada dinamika keluarga. Beda dengan film bertema ninja lainnya yang lebih banyak menyoroti action dan plot yang serius, series ini lebih dekat ke drama keluarga. Mungkin agak mengecewakan buat orang yang berharap ini series ninja “beneran”, tapi personally menurut saya tema keluarga ini justru bikin fresh.

Kita diajak melihat disfungsi keluarga yang terjadi dan apa yang mendasari. Kita juga diajak melihat dinamika pasangan suami-istri, terutama pasangan suami-istri dengan nilai tradisional Jepang. Hubungan persaudaraan antara kakak dan adik juga cukup kental tergambar di series ini.

Baca juga  Berendam Air Panas! Rahasia Menghilangkan Lelah di Otot ala Orang Jepang

Meskipun dari segi plot masih simpel dan ketebak, beberapa orang bilang banyak loophole-nya, tapi story telling yang terbagi untuk tiap-tiap karakter anggota keluarga Tawara membuat cerita series ini menarik. Dan, kembali, at last, it is all about family. Bahkan, ending yang ditawarkan pun masih membawa nilai-nilai keluarga.

Namun, drama penuh nilai keluarga ini bukan drama yang bisa ditonton oleh anak kecil. Minimal usia remaja lah.

Keluarga Tamara, kesemuanya Ninja lho! (source: Netflix)

Japanese vs Western taste in one frame

Di series ini kita bisa merasakan–dari episode pertama bahkan–bahwa directing, sinematografi, editing-nya ngga pure bergaya Jepang. Ada sentuhan-sentuhan western di dalamnya yang khas banget Netflix. Kalau yang suka nonton drama Jepang pasti langsung ngeh.

Menurut saya, scene dalam film ini juga terlihat indah dan cukup eyepleasing, khas sinematografi ala Netflix barat. Bagaimana adegan digambarkan plus musik yang dipasang di tiap adegan juga “nggak Jepang banget” yang jelas. Walau beberapa orang menilai pemilhan musiknya kurang cocok, tapi menurut saya sih oke, karena ngga mengganggu keseluruhan adegan.

Meskipun kental dengan sentuhan barat, series ini tetap menyajikan komedi yang komikal banget dan storytelling ala komik Jepang, thanks to directing by David Boyle dan Kaku Kento yang juga memerankan lakon utama, Haru.

Sekilas series ini tidak terasa seperti series, malah lebih ke arah nonton film lepas yang berdurasi panjang. Tiap episodenya punya klimaks dan antiklimaksnya yang bagus menurut saya.

Great Actors and Acting

Series ini menghadirkan banyak artis kawakan, mulai dari Kaku Kento sendiri (yang saya jadi suka semenjak nonton dia di drama From Today is My Turn yang super kocak!), Tae Kimura,Yosuke Eguchi, Kengo Kora (Norwegian Woods), sampe Takayuki Yamada (yang drama-dramanya biasanya keren banget).

Deretan cast House of Ninja: (searah jarum jam) Kaku Kento (Haru), Yosuke Eguchi (ayah), Tae Kimura (ibu), Kengo Kora (Gaku), Aju Makita (Nagi), Nobuko Miyamoto (nenek). (Source: Netflix)
Takayuki Yamada, My fave actor. Siapa yang ngga familiar sama wajahnya sih?? (source: google)

Kualitas akting masing-masing dari mereka uda ngga asing lagi lah pasti. Believable banget dan sesuai dengan karakter masing-masing. Apalagi Tae Kimura dengan perannya sebagai ibu shinobi yang menarik.

Baca juga  "Beef" from Netflix: Drama "Dark Comedy" yang Sarat Makna

Silent Fighting

Dan, yang paling bikin saya gemes adalah adegan fighting yang tenang banget, layaknya ninja beneran! Ngga banyak teriakan-teriakan ngga jelas, tapi koreografinya sendiri sangat rapih dan believable. Bagaimana mereka menggambarkan ke-ninja-an keluarga ini tanpa explicitly menunjukkan mereka adalah ninja juga sangat menarik.

Tapi, yang ngga kalah menarik dan semakin membuat ke-ninja-an itu menarik adalah pemilihan kostum ninja. Karena settingnya di dunia modern, maka mereka memadukan busana modern dengan gaya ninja. Dan ternyata, it is unbelievably good!

Kesimpulan

Ngga tau kenapa tapi di dalam review House of Ninjas ini saya ngga banyak punya kritik, karena emang SEMENARIK ITUUUU.

Kalau ada kekurangan, menurut saya sih dari sisi plotnya aja yang kurang mateng. Sisanya, GOOD GOOD GOOD!

Tertarik nonton juga ngga?

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *