Skip to content
Rumah Indy

Rumah Indy

Lifestyle Blog by IndyRin

  • Home
  • Blog Post
    • Beauty Review
    • Review Tontonan
    • Review
    • Academic Life
    • Married Life
    • Personal Development and Lifestyle
    • Tentang Jepang
    • Traveling Diary
    • Story Telling
  • Toko-ku
  • About Me
  • Contact
0
Rumah Indy

Rumah Indy

Lifestyle Blog by IndyRin

  • Home
  • Blog Post
    • Beauty Review
    • Review Tontonan
    • Review
    • Academic Life
    • Married Life
    • Personal Development and Lifestyle
    • Tentang Jepang
    • Traveling Diary
    • Story Telling
  • Toko-ku
  • About Me
  • Contact
0
  • Home
  • Blog Post
  • Vatican

Vatican

Traveling Diary

Traveling to Italia: Rekomendasi Spot Wisata di Vatican

February 9, 2024February 10, 2024
by Indy Rinastiti
Traveling to Italia: Rekomendasi Spot Wisata di Vatican

Kalau kamu punya waktu singkat untuk mengunjungi negara Italia, kira-kira akan pergi ke mana? Untuk yang ingin lawatan sejenak ke Italia, saya […]

Lanjut baca

Author:

Indy Rinastiti | MD | PhD | Spouse of Japanese

Terbaru

  • Inside the Mind of a Bully: Sebuah RefleksiOctober 25, 2025
  • Silent Hill f: bukan sekedar horor, tapi tentang peran wanita, mental health issue, dan budayaSeptember 27, 2025
  • Yunth Vitamin C Serum: Serum Jepang yang Bener-bener Memutihkan KulitSeptember 5, 2025
  • Pengalaman Menggunakan Dating-Apps di JepangAugust 26, 2025
  • Review Buku Attached: Psikologi tentang Relationship yang Bakal Merubah POV-muAugust 11, 2025

Terpopuler

Arsip


Belanja di Toko-ku!

Kategori

Other blogs

  • rumahindik.blogspot.com
  • jadidokter.com

Tag

advice Amerika beauty tips budaya buku cerita curhat drama drugstore face mask facewash fashion game GU hair care Jepang kesehatan Korea kosmetik kuliner lifestyle lipcare lokal lotion minimalism moisturizer musim semi Netflix opini orang Jepang parenting personal development produk relationship rumahtangga S3 sakura salon serum skincare spring studi di Jepang sunscreen tips akademik Uniqlo

Instagram

indyrns

👩🏻‍🎓MD and a PhD
Sharing my academic experience, personal growth, and relationship
✨Siap membantu teman-teman melewati krisis akademik dan kehidupan

Terimakasih insightnya mba @arinalhaqin Salah sa Terimakasih insightnya mba @arinalhaqin 

Salah satu student privilege yg berharga. Begitu lepas status student, setiap langkah ada harganya, termasuk kegagalan. Ada harga yang harus dibayar untuk setiap kesalahan, kegagalan, sekecil apapun itu. Pokoknya ga ada tempat buat gagal. Betul apa betul?

#studentprivilege #sekolahdijepang #myacademicjourney
Buat yang ragu-ragu mau studi di Jepang, kalau ada Buat yang ragu-ragu mau studi di Jepang, kalau ada kesempatan, saran saya ambil aja langsung. Terlalu banyak pelajaran berharga dibalik semua kesulitan selama studi di Jepang. Ngga ada satupun yg saya sesali dari perjalanan tersebut.

Bukan cuma soal gelar, tapi pelajaran hidup itu juga yang menjadikan kita lebih baik dari sebelumnya.

Sekarang, setelah lulus baru kerasa. I grew up.

#menjadilebihbaik #studidijepang #selfdevelopmentjourney
It doesn’t matter how small your impact to this It doesn’t matter how small your impact to this world, you’re still the biggest impact of your own life story.

Kadang kita merasa harus menjadi pusat dunia. Padahal jadi pusat bagi hidup sendiri saja sudah lebih dari cukup. Nggak perlu menguasai dunia untuk tetap berarti bagi hidup kita sendiri.

Makasih fotonya kak @sagumegu_ 

#selfreminder #menjadilebihbaik #selfdevelopmentjourney
Sekali lagi, anak beasiswa S3 tu bukan kayak kejat Sekali lagi, anak beasiswa S3 tu bukan kayak kejatuhan rejeki nomplok trus jadi kaya ya. Kalo mereka “keliatan kaya” tuh ya karena mereka pinter manajemen keuangan aja. Karena aslinya, uang beasiswa itu setara UMR, dan memang intended untuk hidup layak berdasarkan standar kesejahteraan di area tersebut.

Memang harus pinter mengelola keuangan (apalagi yg bawa keluarga dengan single scholarship. Luar biasa!). Apalagi biaya hidup di Jepang yang tinggi. Kalau ada temen yang bisa nabung atau kirim uang ke keluarganya, berarti dia bener-bener jago mengelola keuangan dan menjaga gaya hidup sederhana. Untungnya, pelajar itu suka punya privilege yang bisa dimanfaatkan (bukan abuse lho ya!) tapi ya memang hanya selama durasi belajar.

Setelah lulus, buat yg menetap di Jepang, pasti akan merasakan sekali bedanya. Income memang tambah besar, tapi kewajiban pun makin besar. Diskon makin sedikit. Dan pengalaman pribadi, pandangan orang ketika kita bilang “saya pelajar” dengan “saya pekerja” juga akan SANGAT berbeda, bahkan perlakuannya juga akan berbeda.

Jadi pelajar asing di luar negeri menurut saya prestisius dan privileged banget. Sementara, dibutuhkan keberanian, mental kuat, dan kesungguhan kalau mau bertransformasi ke dunia kerja. Karena beda banget dunia dan tanggungjawabnya.

Btw, obrolan iseng ini berdasarkan pengalaman pribadi ya. Bisa berbeda dengan pengalaman oranglain, mohon ditanggapi dengan bijak. Yang mau tanya atau diskusi, silahkan di kolom komentar yak!

#phdstudentlife #phddijepang #jepang #ceritaindyrin #studidijepang
Karena yg terlihat di sosmed hanyalah secuil perja Karena yg terlihat di sosmed hanyalah secuil perjalanan #phdstudent dibaliknya banyak “pengorbanan”. Tapi kalau ngga begitu, bisa stress beneran di lab.

Jumlah beasiswa anak S3 di Jepang setara dengan UMR. Artinya, sangat cukup untuk hidup sehari-hari, tapi ya masih kurang untuk liburan nyaman. Makanya harus pinter-pinter ngakalin budget.

Terimakasih buat temen-temen seperjalanan PhD saya. Tanpa kalian, ngga mungkin saya bs kesana-sini dg budget sekecil itu.

Buat yg mau tanya-tanya itinerary silahkan ya, nanti saya teruskan ke teman-teman PhD yg lain wkwkwk

#liburan #liburankejepang #budgettrip
Dari situlah lahir rumahindik.blogspot.com dan rum Dari situlah lahir rumahindik.blogspot.com dan rumahindy.com. Metode yang sama pun masih saya gunakan sampai sekarang. Sambil denger lagu mellow, sambil ditulis emosinya. It helps (as I am doing it now).

Ada banyak tipe manusia di dunia ini. Ada yang suka ngobrol, mudah mengutarakan emosinya, ada juga yang lebih suka diam. Apakah diam aja itu bagus? Based on my experience, no. At some point, kita butuh meluapkan, menyampaikan, me-release emosi itu, sebelum jadi stress dan jadi penyakit.

Makanya, kalau memang ngga ada siapa-siapa yg mau dengar, atau ngga bisa diutarakan, maka coba menulislah. Suatu hari nanti kamu bisa membaca tulisan itu dan refleksi. Tulisan itu akan membantumu, dan bisa jadi membantu orang lain juga. Trust me.

#emotionalrelease #writingtherapy #journaling #selfdevelopmentjourney #menjadilebihbaik
If this post resonates with your story, drop a 💛 and let’s connect!

Gak usah keminggris gapapa kok guys, ini cuma lagi drill aja biar ga lupa bahasa inggris wkwk

#selfdevelopmentjourney #mylifejourney #indystory
IMO, dunia sekarang tu pace-nya lebih cepat, dunia IMO, dunia sekarang tu pace-nya lebih cepat, dunia lebih suka mempertontonkan hal-hal yang sifatnya “cepat” apalagi “instan”. Padahal, kalau dilihat-lihat, semua orang yg sukses, pasti ada “repeated effort” di dalamnya, yg mungkin uda dilakuin bertahun-tahun tapi ngga kelihatan. Sayangnya, banyak orang yg percaya bahwa semua itu bisa instan, padahal kenyataannya enggak.

Ini sekaligus jadi #selfreminder dan wakeup call buat saya, buat ngga lebih gampang menyerah, buat lebih struggle lagi. Karena, di luar pendidikan, ternyata belum ada sesuatu yg saya konsisten ngelakuin selama bertahun-tahun. 

Sekarang, saya mau membuktikan diri, bahwa saya juga bisa konsisten melakukan sesuatu yg menurut saya bermanfaat dan sesuai passion. Seperti menulis, dan bercerita kayak gini. Semoga bisa bermanfaat juga buat orang lain.

Terimakasih inspirasinya pak @madeandi dan bang @windahbasudara 

#selfdevelopmentjourney #menjadilebihbaik
Supervisor saya ada 2, yg satu pembimbing akhir (s Supervisor saya ada 2, yg satu pembimbing akhir (spv utama yg menjamin saya dari awal-akhir), dan satu pembimbing yg membimbing langsung eksperimen saya. Nah pembimbing langsung ini yg sungguh menguras mental dan fisik. Tiap hari rasanya kayak di-b*lly secara sistematis.

Tapi, sekarang kami sudah damai kok. Kalo ketemu ya salaman aja (ga pake cium tangan atau jongkok ya). Sudah berdamai dengan masa lalu 😁

#s3dijepang #studidijepang #bullying
Follow on Instagram

YouTube

Komunitas

Your cart

InstagramFacebookYoutube

Tag

advice Amerika beauty tips budaya buku cerita curhat drama drugstore face mask facewash fashion game GU hair care Jepang kesehatan Korea kosmetik kuliner lifestyle lipcare lokal lotion minimalism moisturizer musim semi Netflix opini orang Jepang parenting personal development produk relationship rumahtangga S3 sakura salon serum skincare spring studi di Jepang sunscreen tips akademik Uniqlo

Kontak

E-mail: yoshi.co.park@gmail.com

Powered by the Elsie WordPress theme | Copyright indyrin 2022