Produk kecantikan yang bikin kulit lembab memang bagus, karena dia bisa membantu meremajakan kulit, membuat tampilan kulit lebih segar, dan mencegah munculnya tanda-tanda penuaan. Tapi, kombinasi skincare yang terlalu lembab, overly moisturizing, ternyata malah bisa menyebabkan jerawat lho! Ini dia fakta penyebab jerawat yang jarang diperhatikan.

Let me tell you a story about a pimple

Ini belajar dari kejadian yang saya alami belum lama ini. Saya sering kali struggling dengan yang namanya “jerawat”, alias acne, yang ini saya percaya karena kebiasaan saya yang suka coba-coba skincare baru (meskipun most Japanese skincare itu non-comedogenic, jadi jarang bikin jerawatan). Tapi, yang namanya skincare pasti cocok-cocokan, ada ada aja yang bikin jerawat (kaya produk ini).

Karena uda sering kejadian kayak gini (jerawat karena coba-coba skincare), saya sudah mengembangkan protokol untuk mengidentifikasi produk mana yang menjadi penyebab (protokol ini pernah saya jelaskan di video ini).

Biasanya saya akan eliminasi satu-per satu skincare yang saya pakai sambil melihat reaksinya (jerawatnya masih nambah atau ngga sama sekali). Skincare yang saya stop diurutkan berdasarkan jenis skincare yang paling sering menyebabkan jerawat, yaitu: sunscreen, moisturizer/toner, dan serum (paling jarang bikin jerawat). Karena skincare rutin saya cuma terdiri dari 3 komponen itu, biasanya ngga butuh waktu lama untuk melihat reaksi ketika masing-masing skincare di-stop.

Setelah bahan penyebab terindikasi, saya akan stop pemakaiannya, dan lanjut dengan regime skincare lainnya.

Tapi, ada satu waktu dimana saya pake serum yang baru tapi sudah pernah dicoba sebelumnya, pake toner moisturizer yang udah lama dipake juga, plus pake sunscreen yang udah 3 bulanan dipake, tiba-tiba muncul jerawat.

Baca juga  Lip Balm vs Lip Essence: Pilih yang Mana?

Pas di eliminasi satu-satu skincare-nya, hasilnya unik. Setiap ada satu skincare yang di eliminasi, entah sunscreennya, atau tonernya, atau serumnya, jerawatnya berhenti. Tapi, kalo pake ketiganya, jerawatnya muncul lagi. Intinya, 2 kombinasi berhasil, tapi 3 kombinasi fatal.

Awalnya saya pikir karena ada bahan yang ngga cocok satu sama lain. Tapi, kalau memang begitu, kenapa kalo dibuat 2 kombinasi masih aman? Ternyata jawabannya tidak saya sadari.

Skin Over-Moisturizing is Not Good

Setelah di pelajari lagi, 3 kombinasi skincare pagi ini memiliki karakter yang hampir sama. Ketiganya punya efek moisturizing yang sangat bagus (level bagusnya se-level bagus banget dipake di musim dingin yang kering). Efek hidrasinya superb.

Saya pake serum vitamin C yang ternyata efek moisturizingnya jauh lebih dahsyat dari serum terakhir yang saya pake). Saya pake toner yang efek moisturizingnya bagus banget (tunggu reviewnya ya), plus sunscreen yang punya teknologi mengunci kelembaban. Efeknya apa?

Yes, OVER MOISTURIZING.

Over-moisturizing ternyata bisa bikin jerawatan. Bahan moizturizing ini bisa menyebabkan pori-pori tersumbat karena produknya yang “padat” itu sendiri. Bahan moisturizing bisa membuat sel-sel kulit mati, minyak, keringat, kotoran dapat menyumbat pori-pori dan (tentu saja) mengundang tumpukan bakteri.

Produk moisturizer yang terlalu banyak juga dapat mengganggu produksi sebum (minyak) alami dari kulit. Produksi sebum bisa meningkat karena moisturizer yang berlebihan itu. Terutama untuk orang-orang yang acne-prone atau yang kulitnya berminyak banget.

Bagaimana menghindari Over-moisturizing?

Yang pertama, pahami dulu kebutuhan kulit kita. Kalau kita sudah berumur, moisturizing product emang perlu, jadi cukup pilih satu produk saja yang bener-bener works. Kalau kulit kita berminyak, pilih produk moisturizer yang lebih ringan, ngga terlalu berat dipake.

Baca juga  Fino Hair Mask vs Hair Oil: pilih yang mana?

Yang kedua, dengan pegang prinsip “less is more”. Sebenernya, kulit kita ngga butuh bahan-bahan sebanyak itu. Justru dengan skincare yang terlalu banyak, resiko memasukkan bahan kimia yang kita ngga butuh juga semakin besar. Secukupnya aja.

Yang ketiga, hati-hati dengan skincare jaman sekarang yang banyak menjual moisturizing effect. Balik ke poin pertama, pahami dulu kebutuhan kulit. Kalau satu produk moisturizing sudah cukup, hindari nambah produk-produk yang menjual efek melembabkan.

Dan bener aja, dengan 2 kombinasi skincare saja, kebutuhan kulit saya masih terjaga dan ngga lagi nambah jerawat.

Buat #pejuangbruntusan, coba yuk perhatikan kembali kebutuhan kulit dan kurangi skincare yang ngga perlu, and back to basic skincare aja!

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *