Siapa ngga kenal dengan sunscreen yang digadang-gadang menjadi merek sunscreen nomer wahid di Jepang ini? Banyak yang bilang sunscreen Anessa ini mahal tapi worth it banget? Benar kah? Dan diantara tipe Sunscreen Milk, Gel dan Brightening Gel, mana yang paling worth it?

Sebelum saya bikin perbandingan ketiga tipe sunscreen Anessa ini, saya akan mulai review-nya dari Anessa Perfect UV Sunscreen Skincare yang tipe gel. Seperti apa dia??? Yuk mari kita mulai battle Sunscreen Anessa ini!

Battle Sunscreen Anessa: Tipe Milk, Gel, or Brightening Gel?

Produk Anessa ini sebenarnya punya banyak line up yang menarik. Basically, untuk produk sunscreen-nya sendiri mereka punya beberapa series, series Perfect UV Sunscreen Skincare, UV Essence Emulsion, Perfect UV Sunscreen for Sensitive Skin, dan make up berupa BB foundation dan makeup primer.

Nah, series UV Sunscreen Skincare dan UV Sunscreen for Sensitive Skin punya dua tipe: Milk dan Gel, plus spray untuk series UV Sunscreen Skincare aja. Khusus sunscreen yang tipe gel ini, dia punya dua varian lagi: varian normal dan varian brightening.

Karena merek ini terkenal dengan produk sunscreen, jadi saya ngga nyobain produk primer dan bb cream-nya. Saya cuma nyoba sunscreennya.

Sunscreen yang pertama saya coba dulu adalah sunscreen yang tipe gel, barulah belakangan ini saya coba yang tipe milk karena satu hal yang bakal saya bahas di posting ini. Dan, karena dapat sampel gratisan yang tipe brightening gel, nantinya saya akan bahas tipe yang itu juga.

Anessa UV Sunscreen Gel Type

Saya pertama nyoba produk ini pas awal-awal jadi mahasiswa di Jepang. Saya pilih ini karena banyak iklannya di toko, sebelum menyadari bahwa 2000 yen untuk sebuah sunscreen drugstore itu sebenernya mahal ^^; (karena masih banyak opsi yang budget-nya student friendly).

Baca juga  Melano CC: Serum Vitamin C dari Jepang untuk Jerawatmu
anessa uv gel review

Keunggulan produk ini adalah dia menyatukan ingredients skincare dan sunscreen jadi satu. Produk ini punya SPF50+ dan PA++++ dan punya efek waterproof juga yang ditest dengan tes 80 menit berenang which is tergolong beneran waterproof.

Ingredientsnya bisa dilihat di sini, yang jelas dia mengandung alkohol, soluble collagen (dari ikan atau cattle) dan parfume yang mungkin ngga cocok untuk beberapa orang.

The review

Product: Harga dan Packaging

Soal harga, boleh dibilang ini adalah sunscreen termahal yang pernah saya beli hahaha. Harganya sekitar 1800-2000 yen, kalau di Indonesia sendiri harganya 350-400k rupiah di official store-nya, atau temen-temen bisa cari harga alternatif, bisa cek di sini:

 

Personally, saya lebih suka beli di official store-nya, karena kalau yang dijual di luar-luar, kadang penyimpanannya kita ngga tau gimana, dan bisa berpengaruh ke kualitas barangnya.

Untuk kemasan 90 gram, sebenernya jatuhnya ya ngga mahal-mahal amat sih, soalnya bisa dipake sampe hampir 6 bulan kalau di saya, dengan penggunaan sesuai rekomendasi. Biasanya hanya saya pake di muka (mahal soalnya!) dan jarang re-apply di luar rumah.

Kemasannya sih biasa aja, ngga ada yang spesial, warnanya kuning gold dengan tulisan dan logonya berwarna biru. Tapi, memang dia ini kemasannya lebih besar ketimbang sunscreen-sunscreen drugstore lainnya, dan ngga ada versi mini-nya.

Di satu sisi, kemasan besar isinya banyak, oke oke aja sih, tapi di sisi lain, agak kurang praktis buat dibawa-bawa, karena makeup pouch bakal penuh buat dia doang. Ini juga alasannya saya ngga pernah re-apply dia di luar rumah.

The Experience

Lotion dari sunscreen ini tu bertipe gel, konsistensinya ditengah-tengah antara kental dan cair, warnanya putih, ngga lengket, tapi kalau menurutku lotionnya itu oily dan agak greasy.

Swatch Anessa UV Gel. Lotionnya berkonsistensi gel, mudah diratakan, white cast minimal, ada efek glossy atau dewy finish

Produk ini tu punya wangi-wangian yang khas lotion (istilahnya floral fragrance gitu alias wangi bunga). Pertama kali pake sunscreen ini, saya ngga begitu aware sama baunya, tapi entah kenapa, kadang jadi agak mengganggu karena sebelum balik ke Anessa ini lagi, saya lebih sering pake sunscreen yang non-perfume.

Baca juga  Quality 1st Super VC100 Super Delivery Derma Laser Mask: Masker Kilat yang Lagi Hits di Jepang!

Nah, karena lotionnya yang bertipe gel dan oily itu tadi, ketika dipakai, lotion ini tu cepet banget meresapnya, kayak melting gitu. Kita bisa meratakan produk ini dengan rata dan cepat di wajah dengan white cast yang minimal, lebih minimal daripada tipe milk.

Di wajah, lotionnya ngga terasa lengket, menyerap cepat, tapi dia meninggalkan rasa oily di wajah saya, beda dengan kalau kita pakai si Skin Aqua yang terasa lembab-lembab dingin, kalau Anessa UV Sunscreen Gel ini tu lembab-lembab anget.

Finishing yang dihasilkan oleh sunscreen ini pun lebih terlihat dewy karena efek oily itu tadi, bukan yang matte gitu. Jadi, kesannya seperti agak licin-licin berminyak gitu. Tapi, tetep terasa ringan.

Meskipun produk ini menggunakan alkohol, tapi muka sama sekali ngga jadi kering. Justru sebaliknya, lembab banget selama pemakaian.

Keliatan ngga? Area pipi, hidung, dan dahi lebih berkilauan setelah penggunaan. Agak keliatan oily, tapi sebenernya lembab.

Yang saya suka, UV gel ini sama sekali ngga merubah tone atau warna kulit wajah kita. Jadi ngga kayak badut. Agak keliatan lebih putih, tapi overall ngga keliatan kayak pake sunscreen.

Supaya ngga keliatan minyak banget, kita bisa tutupin dengan bedak tabur. Ngga akan menggumpal dan tetap terlihat mulus dan flawless. Menurut saya, ini sunscreen yang bagus banget buat base make up dan penggunaan sehari-hari.

Tapi…

Sayangnya, ada sedikit drama dengan produk ini.
Pada kali kedua saya pake produk ini, saya mengalami breakout yang cukup parah setelah pemakaian 3 bulan. Awalnya, saya pikir breakout yang saya alami adalah karena saya lagi nyobain serum vitamin C, moisturizer, dan sabun muka baru di waktu yang hampir bersamaan.

Tapi, setelah satu persatu saya eliminasi pemakaian serum, moisturizer, dan mengganti sabun muka ke sabun muka saya yang lama, ternyata jerawatnya masih tetap merajalela.

Baca juga  Setsubun: Tradisi Lempar Kacang di Jepang

Sampai akhirnya seorang teman saya cerita bahwa dirinya juga mengalami breakout dengan karakter yang sama dengan saya, jerawatnya tumbuh di tepi-tepi wajah seperti dagu, rahang, dan leher, setelah menggunakan Anessa yang tipe gel.

Saat itu juga saya hentikan pemakaian Anessa dan revert back to the oldest style of sunscreen. Dan ternyata jerawat itu berhenti tumbuh.

Dan ternyata, ngga cuma 1 orang temen aja yang mengaku mencoba Anessa tipe gel tapi malah breakout. Artinya, ngga semua orang cocok pake produk bagus ini.

Sejak saat itu saya memutuskan berganti tipe sunscreen.

Kesimpulan

Untuk sunscreen tipe gel, menurut saya Anessa ini emang oke banget. Dia ringan, mudah meresap, mudah diratakan, white cast bisa dibilang sangat minimal, ngga merubah tone warna muka, dengan hasil yang dewy, lembab dan sehat.

Sayangnya, sunscreen ini harganya lumayan mahal, dan kalau ternyata temen-temen punya kulit seperti saya yang ternyata ngga cocok dengan sunscreen ini, jadinya sayang uang yang dikeluarkan. Apalagi sunscreen ini ngga punya trial version atau versi mini gitu.

Kalau menurut saya, sunscreen mahal dan bagus belum tentu cocok dengan kulit kita. Karena respon kulit kita bisa jadi berbeda. Jadi, daripada beli sunscreen karena gengsi sama harga, mending cari yang cocok.

Walaupun ngga cocok sama tipe gel, siapa tau kamu cocoknya dengan yang tipe Milk. Kita akan bahas di post berikutnya!

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *