Kalau buku “Hold me Tight” dari Sue Johnson mengajari saya tentang manajemen konflik dengan pasangan, dan pentingnya menemukan “secure connection”, buku “Attached” ini membuka wawasan saya bahwa menemukan “security” ini penting. Karena di dunia ini ada 3 tipe orang berdasarkan jenis “attachment”-nya, mereka-mereka yang “secure”, dan mereka-mereka yang “anxious” dan “avoidant”.

Kalo Sue Johnson menjelaskan bagaimana Emotionally Focused Therapy (EFT) dapat membantu kita menemukan cara manajemen konflik, Amir Levine dan Rachel Heller dalam “Attached” menurut saya menjawab “the why”-nya, kenapa konflik itu terjadi in the first place, melalui pendekatan teori attachment pada dewasa.

Saya ngga akan membahas detil isi buku ini (karena lebih mengena kalo dibaca sendiri), tapi saya akan share beberapa poin yang membuat buku ini worth reading.

The Attachment Theory

Attachment Theory ini sebenernya adalah teori psikologis yang uda ada sejak tahun 1950, yang pertama dijelaskan oleh seorang psikoanalis dari Inggris bernama John Bowlby dari pengamatannya terhadap anak-anak dengan caregiver mereka. Teori ini menjelaskan bagaimana manusia memerlukan sense of safety dan emotional security sejak anak-anak, dan ini akan berpengaruh ketika mereka dewasa nanti.

Pada tahun 1970, psikologis Mary Ainsworth kemudian memperluas penemuan Bowlby dengan mengidentifikasi 3 jenis tipe attachement utama pada anak-anak:

Secure – dimiliki oleh anak-anak yang percaya penuh dengan caregivers-nya dan memiliki rasa aman dalam exploring.
Anxious – biasanya anak-anak akan merasa overly distressed ketika dipisahkan dengan caregivers-nya, dan selalu mencari constant reassurance.
Avoidant – anak-anak yang merasa jauh secara emosi, dan cenderung ingin meminimalisir kedekatan dengan orang lain

Ketiga tipe atau pola ‘attachment’ ini ternyata berimbas pada kehidupan romantis seseorang ketika dewasa nantinya. Pola attachment ini ternyata berkaitan dengan bagaimana seseorang memilih pasangan, berkomunikasi, dan dalam mempertahankan intimacy.

“True love isn’t about finding someone who completes you—it’s about finding someone who makes you feel safe enough to be completely yourself.”

Attached, Amir Levine and Rachel Heller

“Attached: The New Science of Adult Attachment and How It Can Help You Find – and Keep – Love”

Review Buku Attached

Buku yang ditulis Amir Levine and Rachel Heller ini menjelaskan dengan sangat detil dengan real life story yang mudah dipahami tentang bagaimana pola attachment ini mempengatuhi cara seseorang membentuk emotional bond dan hubungan romantis antar individu.

Baca juga  Three Things You Need to Have Relationship: Sebuah inspirasi dari podcast Raditya Dika x dr. Jiemi Adrian

Bagaimana orang yang ‘anxious’ cenderung craving dengan kedekatan dan memiliki keresahan terhadap penolakan dan abandonment. Sedangkan orang yang ‘avoidant’ memiliki sifat yang bebas, sangat mengutamakan independensi, sehingga sering merasa tidak nyaman dengan intimacy. Dan, tentu saja, ada mereka-mereka yang ‘Secure’ yang tidak memiliki masalah dengan kedekatan, komunikasi, dan sangat menghormati kebutuhan pasangannya. Inilah sosok yang menjadi tujuan utama dari buku ini.

Buku ini membantu para pembacanya untuk mengidentifikasi tipe ‘attachment’ mereka dan memahami “the why” berdasarkan teori attachment. Setelah mengidentifikasi, buku ini juga membantu pembaca unruk memahami tipe attachment pasangan kita dan bagaimana menjaga keharmonisan, agar terhindar dari konflik tidak perlu. Dan dengan pemahaman tentang attachment kita, kita jadi lebih mengerti bagaimana strategi untuk membangun hubungan yang lebih kuat, dan tentu saja lebih “secure” bagi kedua belah pihak.

Buku ini juga mendukung bukunya Sue Johnson, bahwa security adalah sesuatu yang penting dalam menjalin hubungan antar manusia. Dalam buku ini juga diberikan petunjuk bagaimana orang yang ‘anxious’ atau yang ‘avoidant’ nantinya bisa mengadaptasi pola pikir orang yang ‘secure’ agar nantinya mereka bisa memiliki rasa secure juga dalam hubungan.

Review Buku Attached: My personal take

Ini kali pertama saya mengerti tentang attachment theory dan langsung mengerti bagaimana masa kecil saya ternyata mempengaruhi perilaku dan pola attachment saya ketika saya dewasa. Dan ini bener-bener menjawab semua pertanyaan tentang segala perilaku dan konflik yang pernah saya hadapi dengan suami. Saya juga jadi ngerti pola attachment suami dan jadi ngerti “why he did what he did”.

Buku ini ngga cuma memberikan pelajaran untuk orang-orang yang sudah punya pasangan, tapi juga memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana orang-orang yang masih single dapat menemukan “pasangan yang tepat” dan menghindari kesalahan (yang umum terjadi di pasangan-pasangan).

Baca juga  Masalah tidak jadi semakin mudah, kita yang semakin kuat

Yang saya juga terkejut adalah bagaimana buku ini menjelaskan kenapa beberapa orang susah sekali menemukan pasangan mereka berdasarkan tipe attachment mereka. Bahkan, buku ini juga memberikan tips bagaimana mereka bisa menghindari hal itu dengan menemukan “security” dalam attachment mereka.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan, mudah dimengerti, dan disertai sedikit exercise untuk mengidentifikasi dan memahami masing-masing tipe ‘attachement’. Menurut saya, sangat praktis dan sangat mudah dipahami.

Saya sangat merekomendasikan buku ini untuk yang merasa stuck dengan pasangan masing-masing, sering berkonflik, ataupun mereka yang merasa “kok saya sulit banget dapet jodoh?”, atau mereka yang ingin #menjadilebihbaik dengan memahami dirinya sendiri. Buat penggemar buku self-help dan psikologis, buku ini juga bisa memberikan sudut pandang baru yang sangat membantu dalam memahami psikologi manusia.

Bukunya juga ngga panjang-panjang banget, ada 12 bab yang terbagi dalam 4 bagian. Tiap bab juga hanya sekitar 20 halaman pendek, sehingga buku ini bisa diselesaikan dengan cepat (walaupun saya butuh 8 bulan membaca berulang-ulang saking merasa relate sama isinya).

Jadi, menurut saya buku ini perlu masuk ke daftar bacamu jika kamu memang tertarik dengan hubungan inter sekaligus intrapersonal.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *