Penasaran ngga sih kenapa orang Jepang suka banget yang namanya berendam di air panas? Ternyata, berendam air panas bisa menghilangkan lelah di otot dengan efektif lho. Ngga percaya?

Awalnya saya ngga percaya sih, tapi setelah merasakan tinggal dirumah keluarga suami dan ikut rutin berendam tiap malam, saya jadi merasakan sendiri efeknya yang luar biasa itu.

Memang seperti apa sih berendam ala orang Jepang?

Berendam ala orang Jepang

Kalau suka nonton kartun Jepang, pasti tau deh kalau orang Jepang tiap hari pasti mandi berendam di rumah masing-masing.

Memang kebiasaan di Jepang mandi hanya satu kali di malam hari dan itu pasti berendam. Biasanya mereka akan mandi dulu (dengan shower), setelah bersih baru masuk berendam.

Kenapa mandi dulu? Karena air berendam akan digunakan seluruh keluarga, jadi pastikan badan sudah bersih kinclong dulu baru masuk ke dalam baknya.

Sama halnya jika kita pergi ke onsen atau pemandian air panas. Tamu tidak boleh masuk ke dalam bak onsen-nya kalau belum mandi dengan bersih.

Untuk suhu air panas-nya sendiri minimal 40 derajat celcius. Di beberapa pemandian air panas alami, kadang suhunya bisa mencapai 50 derajat celcius. Panas? Panas bangeeeeetttt….

Sewaktu saya masih tinggal sendiri jaman S3, suhu air panas saya tidak pernah lebih dari 38 celcius, karena menurut saya 38 itu sudah anget banget bahkan di musim dingin dan lebih hemat biaya gas.

Tapi, ternyata menurut orang Jepang 38 itu dingin (hahahaha), karena di rumah sehari-hari paling tidak mereka berendam dengan suhu 42 derajat, seperti di rumah keluarga suami saya.

Baca juga  Tipe Wanita yang Disukai Orang Jepang

Bagaimana efeknya berendam air panas?

Pertama disuruh berendam, saya ngga mau. Apalagi habis hiking di musim panas yang itu panas dan berkeringat banget. Pikir saya, masak iya panas-panas kemringet malah berendem air panas? Tapi, setelah nyoba sendiri, ternyata emang beda rasanya.

Ngga perlu berendam terlalu lama, sekitar 15 menit saja, begitu keluar, saya kaget, rasa pegel-pegel, muscle pain, setelah hiking bener-bener berkurang drastis.

Badan juga terasa lebih ringan dan malah jadi terasa sejuk karena suhu badan kita yang naik lebih tinggi dari lingkungan sekitar.

Bagaimana air panas bisa menghilangkan lelah di otot?

Secara umum, ketika kita bergerak, otot menggunakan oksigen untuk memenuhi kebutuhan energi untuk bergerak. Namun, ketika kita bergerak dengan aktif, otot membutuhkan lebih banyak energi. Untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat, otot akan membentuk energi dari proses yang disebut respirasi anaerobik.

Pada respirasi anaerobik, otot membentuk energi dari pemecahan gula namun tanpa oksigen. Dari proses anaerobik ini, akan terbentuk hasil akhir berupa asam laktat. Dan, tumpukan asam laktat inilah yang kemudian menjadi salah satu penyebab rasa nyeri atau pegal-pegal di otot.

Nah, berendam dengan air panas ternyata memiliki efek ke peredaran darah. Suhu panas membuat pembuluh darah di sekitar otot melebar. Hal ini membuat peredaran darah di otot lebih lancar, sehingga timbunan asam laktat dan end-product respirasi lain pada otot tersebut dapat terbawa dalam aliran darah.

Selain itu, suhu panas juga memiliki efek langsung pada serabut otot, dimana serabut otot menjadi lebih elastis setelah pemanasan.

Pada serabut saraf, suhu panas juga diketahui dapat menstimulasi ujung-ujung serabut saraf, sehingga menimbulkan efek blokade terhadao serabut saraf nyeri.

Baca juga  Have a Purpose! Rahasia Umur Panjang Orang Jepang

Makanya, berendam air panas dapat menghilangkan nyeri dan pegal-pegal otot karena hiking misalnya. Walaupun dalam kasus nyeri otot lain misalnya karena peradangan otot, berendam dengan air dingin lebih disarankan untuk mengurangi inflamasi.

Namun, harus hati-hati

Meskipun efeknya sangat bermanfaat, bagi orang yang ngga terbiasa berendam di air panas, kita harus hati-hati. Bagi yang tidak terbiasa, ketika kita keluar dari bak air panas, kadang kita akan merasa pusing bahkan bisa sampai gelap mata dan pingsan.

Hal ini dikarenakan perubahan posisi kita dari duduk ke posisi bangkit, sementara pembuluh darah kita sedang melebar, sehingga jantung butuh waktu dan tenaga lebih untuk memompa darah guna mengisi pembuluh darah yang melebar tersebut.

Saya pun beberapa kali mengalami kejadian serupa, bahkan hampir jatuh ‘geblak’. Untuk menghindari hal ini, saya siasati dengan bangun pelan-pelan dari bak mandi. Biasanya saya bangkit sambil membungkuk, kalau tidak terasa pusing atau ‘nggliyeng’, baru saya bangkit tegak sepenuhnya.

Selain itu, untuk beberapa orang dengan riwayat atopi pada kulit, berendam air panas dapat menurunkan kelembaban kulit dan menyebabkan atopi semakin parah, seperti saya. Jadi, jangan lupa untuk selalu menggunakan body lotion dan mosturizer setelah selesai berendam, supaya kulit tidak kering.

Kesimpulan

Secara fisiologis, berendam air panas memang membantu untuk menghilangkan lelah di otot. Inilah sebabnya mengapa banyak orang Jepang sangat menyukai mandi berendam air panas, terutama setelah seharian bekerja keras.

Meskipun banyak manfaatnya, tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama bagi yang belum terbiasa berendam air yang begitu panas.

Sampai sekarang pun saya masih menikmati berendam air panas, terutama saat lelah. Dan, emang seenak itu rasanya.

Baca juga  Setsubun: Tradisi Lempar Kacang di Jepang

Jadi, mau mencoba berendam air panas?

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.