Kalau dulu saya bikin perbandingan 2 merek sunscreen populer di Jepang, sekarang saya pingin membuat perbandingan 2 sunscreen dari merek besar yang cukup terkenal dan mudah ditemukan di Indonesia, yaitu L’oreal UV Defender vs Garnier Super UV Spot proof.

Jadi, setelah stok sunscreen bawaan dari Jepang sudah habis, saya langsung membeli kedua merek ini, dan menggunakannya sampai habis. Nah, bagaimana review-nya? Yuk simak di sini.

Mengapa memilih L’oreal UV Defender vs Garnier?

Sudah lama saya pingin mencoba dua merek besar ini, karena keduanya sangat mudah ditemukan di supermarket-supermarket di Indonesia (semacam ‘drugstore type’ sunscreen di Jepang). Selain itu, kedua merek ini sudah terkenal dengan produk-produk skin-care terdahulu. Jadi, ngga perlu diragukan lagi soal produksinya.

Selain itu, saya emang agak-agak kepincut sama Cinta Laura Kiehl yang jadi brand ambassador dari si L’oreal ini (well, I love her mindset). Apalagi L’oreal UV Defender ini mengeluarkan 4 jenis produk dalam satu label UV Defender ini, antara lain: jenis Matte&Fresh (hijau), Correct&Protect (oranye), Moist&Fresh (biru), dan Bright&Clear (pink).

Yang semakin bikin saya suka adalah karena L’oreal ini punya kemasan trial ukuran 15 ml, jadi cocok buat yang pingin coba-coba dulu seperti saya. Karena untuk kemasan 50 ml-nya harganya lumayan, jadi bisa trial dulu pake kemasan yang harganya lebih murah.

Sedangkan untuk Garnier, ini adalah salah satu brand yang affordable banget. Bisa dibilang andalan anak kuliahan hehehe. Biarpun harganya ngga mahal, tapi produknya terbukti cukup handal.

Baca juga  3 Produk Skincare dari Muji yang Recommended!

Sampai sekarang pun micellar water dari Garnier masih menjadi salah satu produk andalan saya dan kakak-adik saya. Jadinya pingin mencoba juga apakah sunscreen-nya juga memuaskan.

Untuk kemasan 30 ml, sunscreen Garnier ini bisa dibilang terjangkau. Apalagi produk Garnier Super UV ini disebutkan mengandung vitamin C dan vitamin E, yang mana saya adalah penggemar serum vitamin C. Jadilah langsung kepingin beli.

Review: L’oreal UV Defender Bright&Clear

Produk pertama yang saya coba yaitu L’oreal UV Defender yang jenis Bright&Clear. Saya sengaja memilih varian ini karena saya selalu suka sunscreen yang membuat wajah jadi keliatan nggak kusam. Apalagi saya tipe yang kemana-mana cuma modal sunscreen sama bedak tabur.

Yang menjadi andalan dari seri Bright&Clear ini kandungan Niacinamide yang konon katanya bisa menyamarkan noda hitam, membuat kulit cerah, menghilangkan kerutan, mengatasi jerawat, dan melembabkan kulit.

Karena saya belum pernah menggunakan Niacinamide, jadi saya cukup tertarik ingin membuktikan kandungan Niacinamide dan efeknya di wajah saya (karena di Jepang kandungan Niacinamide sepertinya kurang populer).

Lotion dari produk ini sendiri cukup kental, berwarna putih, tetapi tidak lengket. Ketika dipakai di wajah, tidak terasa terlalu berat/tebal. Tidak ada kesan berminyak setelah pemakaian, dan finishing-nya cukup matte di wajah saya yang bertipe kombinasi.

Tapi, ada satu hal yang menurut saya cukup mengganggu, yaitu white cast yang cukup terlihat diwajah saya. Jadinya, wajah saya bukan terlihat lebih cerah, tapi terlihat “putih”. Bukan tone wajah semakin cerah, tapi tone wajah saya yang kuning langsat jadi berubah putih. Persis kaya kalau kita pakai foundation merek Korea/Jepang yang undertone-nya beda dengan kulit Indonesia.

Baca juga  Avoskin Miraculous Retinol Ampoule: Setelah 6 bulan pemakaian. Worth it?

Untuk menyiasati, biasanya saya baurkan dengan bedak tabur. Tapi kalau blending-nya kurang bagus, kadang rasanya wajah seperti belepotan. Tidak terlihat natural buat saya.

Sejauh pengalaman saya memakai sunscreen ini selama kurang lebih 2-3 bulan, sunscreen ini tidak ada masalah jika dipakai dengan kombinasi dengan toner, tapi saya tidak bisa berkomentar tentang performanya jika dikombinasikan dengan foundation, karena saya jarang sekali pakai foundation, dan dengan white cast dan matte finish-nya, sunscreen ini udah berasa seperti foundation.

Produk ini mengandung SPF 50, PA ++++.

Review: Garnier Light Cream Super UV Spot Proof

Ada dua jenis produk Super UV Spot Proof ini, yaitu Natural Finish & Matte Finish. Karena pengalaman dengan L’oreal yang matte finish, berikutnya saya ingin mencoba yang lebih ke dewy look, jadi saya pilih jenis yang Natural Finish.

Berbeda dengan L’oreal, menurut saya Garnier ini lotionnya lebih cair, tapi ngga berminyak, dan memiliki aroma lemon khas Garnier. Ketika dipakai diwajah, lotionnya cepat menyerap, ringan, tidak membuat wajah kileng-kileng mengkilap, dan tetap terasa moist.

Namun menurut saya, setelah beberapa jam, apalagi ditempat yang panas, jadi kelihatan berminyak, terutama di area T wajah saya. Buat menyiasati, seperti biasa, bedak tabur to the rescue.

Karena ini bukan tipe yang matte, jadi tidak ada masalah dengan white cast di wajah saya. Tapi, yang Natural Finish ini ngga bikin kulit jadi lebih cerah sama sekali. Apalagi kalau pas berkeringat, bagian yang berminyak jadi agak kusam.

Gimana dengan khasiat vitamin C-nya? Kalau saya sih ngga merasa kulit jadi semakin cerah seperti pemakaian serum vitamin C pada umumnya, meskipun saya sudah coba produk ini sekitar 3 bulan.

Baca juga  Review Sego Njamoer: Jajanan Nostalgia untuk Bulan Ramadhan

Sama dengan L’oreal, produk Garnier ini juga mengandung SPF 50 dan PA++++.

Kesimpulan

Dari kedua produk ini sebenernya sulit untuk menarik kesimpulan mana yang lebih bagus. Karena kedua produk ini sebenarnya jenis yang berbeda, si L’oreal yang matte, sementara Garnier yang natural.

Tapi kalau berdasarkan pengalaman saya, saya akan repurchase si Garnier. Karena harganya jelas lebih bersahabat, finish yang lebih natural (soal berminyak karena berkeringat masih bisa diakali lah yaa…), dan ngga ada white cast. Jadi kalau dipake begitu saja tanpa tambahan bedak, wajah saya masih terlihat seperti wajah saya yang biasanya.

Tapi, kalau ada kesempatan lain, saya lebih ingin mencoba varian L’oreal UV Defender lainnya ketimbang mencoba jenis Matte Finish dari Garnier. Siapa tau varian L’oreal lainnya ada yang lebih cocok.

Kalau teman-teman, ada yang pernah mencoba salah satunya? Gimana kesan teman-teman?

Share this post

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.