Pernah dengar Sego Njamoer? Mungkin yang tinggal di Surabaya dan sekitarnya familiar dengan jajanan yang pernah nge-boom banget ini. Jajanan dengan bahan utama olahan jamur ini bisa jadi menu yang praktis buat dicemil atau dijadikan lauk selama bulan Ramadhan!

Disclaimer: artikel ini bukan endorse lho ya! Ini hanya opini berdasarkan pengalaman pribadi! Alias honest review.

Apa itu Sego Njamoer?

Jadi seperti namanya, Sego Njamoer ini makanan/jajanan/cemilan yang terdiri dari ‘sego’ alias nasi dengan ditambah isian olahan jamur.

Jajanan nasi ini dibuat berbentuk segitiga layaknya ‘onigiri’ dari Jepang, dan diberi isian berupa olahan jamur yang diberi bumbu baik yang spicy atau non-spicy.

Jajanan ini diinisiasi oleh seorang mahasiswa teknik di Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) sebagai sebuah proyek Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) pada tahun 2009, yang ternyata berhasil di pasaran.

Gerobak Sego Njamoer yang dulu ada di fantin FK UNAIR kurang lebih kayak gini. Kemasan Sego Njamoernya juga seperti yang dipegang masnya itu (sumber: Facebook page Sego Njamoer)
Kayak gini dulu bentuk Sego Njamoer kesukaan saya. Satu bijinya dibungkus dalam kotak dan dilengkapi dengan sendok mini. Makannya bisa langsung dicokot, atau disendoktĀ„in (sumber: Facebook page Sego Njamoer)

Karena founder-nya ini di Surabaya, makanya banyak outletnya yang kemudian di buka di universitas-universitas dan mall-mall di Surabaya. Termasuk di kantin Fakultas Kedokteran UNAIR, tempat saya kuliah dulu.

Apa keunggulan produknya?

Yang paling saya sukai dari Sego Njamoer adalah harganya yang bersahabat dikantong mahasiswa dengan porsi yang cukup. Buat saya, 2 biji Sego Njamoer ini cukup banget untuk menggantikan porsi makan siang saya. Apalagi kalau saya lagi ngirit uang jajan buat ngemall atau lomba dance (maklum, anak rantau dari desa bernama Jogjakarta).

“Ada doa petani jamur di setiap gigitannya”

Sego Njamoer

Yang saya sukai lagi adalah varian rasanya. Jaman dulu, hanya ada 2 varian rasa, spicy dan original. Keduanya sama-sama enak, tapi, personally, saya suka sekali dengan varian spicy.

Varian spicy ini pedasnya ngga berlebihan dan menyatu dengan jamur yang sebenernya ngga terlalu kuat rasanya. Apalagi dengan tekstur si jamur yang masih ‘kres-kres’ gitu kalau dikunyah. Jadi, selain ada rasa, ada tekstur juga yang menurut saya sangat menarik.

Baca juga  L'oreal UV Defender vs Garnier Super UV Spot proof: Sunscreen Battle

Sementara rasa untuk rasa original, perpaduan rasa dari si jamur dan rasa ‘umami’ dari perasanya bikin isian original ini juga enak dimakan bersama nasi panas.

Apalagi dulu di kantin FK, Sego Njamoer ini disajikan fresh dengan nasi yang masih panas. Panasnya nasi bercampur dengan isian spicy, duh, enak banget sampe ngiler.

Inovasi terbaru Sego Njamoer

Sejak saya meninggalkan Surabaya, hingga kembali lagi ke Indonesia, saya terkadang masih kebayang dengan rasa si Sego Njamoer ini. Nah, saat itulah tiba-tiba saya melihat iklan Sego Njamoer di instagram! Gayung bersambut!

Ternyata, sekarang produk Sego Njamoer ini bisa dibeli secara online, bahkan ada di market place seperti tokopedia dan shopee! Ngga hanya itu, ketika saya melihat katalognya, ternyata produk olahan jamurnya sudah sangat berkembang dan variatif!

Mulai dari isiannya yang legendaris itu, terus sekarang olahan jamurnya ada yang berbentuk cireng, pempek, pentol, siomay, tahu bakso, fishball, sosis, kebab, hingga satay. Selain itu, kini mereka juga punya produk sambal jamur.

Kalau dulu produk mereka murni hanya jamur, sekarang sudah ditambah dengan varian yang digabung dengan ayam atau daging. Bahkan isian Sego Njamoer-nya sekarang ada varian Tuna, jadi isinya dengan ikan tuna. Makin yummy!

Produk mereka kini bisa disimpan dalam freezer selama kurang lebih 3 bulan, dan dapat disajikan kapan saja dengan praktis. Jadi, cocok buat jadi stok cemilan/makanan berbuka anak kos apalagi buat sahur yang kadang kita ngga sempet masak.

Review produk

Saya pribadi sudah pernah mencoba order untuk isian rasa original maupun spicy, pentol jamur, sosis jamur, dan sambal tiram lombok ijo-nya. Bahkan sampai repeat order hehehe.

Baca juga  Melano CC: Serum Vitamin C dari Jepang untuk Jerawatmu
Review Sego Njamoer
Orderan pertama saya: Aneka varian isian dan sambel. Orderan berikut-berikutnya uda ngga sempat difoto karena keburu habis. Hahaha

Untuk isian Sego Njamoer, saya benar-benar kaget, karena rasanya masih sama dengan jaman saya kuliah dulu! Benar-benar nostalgia deh. Untuk varian isian tuna juga enak rasanya. Karena bumbunya ternyata cocok dengan ikan tuna.

Penyajiannya pun juga gampang, tinggal ditumis/dikukus. Kalau saya pribadi biasanya saya tumis dengan sedikit/tanpa minyak. Jadi, bisa hemat minyak sekalian. Yeeey!

Satu kemasan isian ini bisa dimakan berkali-kali. Jangan lupa makan bersama nasi panas, biar makin yahuud lagi rasanya. Dijamin nafsu makan makin tinggi.

Sosis jamur isi mozarella ini juga enak. Keju di dalamnya bisa meleleh, berasa lagi makan corndog ala Korea-korea gitu. Cocok banget buat cemilan.

Untuk sambal tiram lombok ijonya, pedesnya pas banget. Bahkan buat kakak saya yang penggemar kuliner, menurut beliau sambal ini enak rasanya. Apalagi dengan potongan-potongan jamur tiram di dalamnya. Makin yahuud dimakan bersama nasi panas!

Nah, salah satu menu favorit saya dan kakak saya adalah si pentol jamur ini. Enak dan cocok banget buat cemilan sore. Rasa jamurnya terasa dengan sedikit rasa-rasa ‘umami’. Kayak bakso pentol pinggir jalan gitu, tapi dengan bahan jamur tentunya. Apalagi dicocol dengan sambel. Wah enak sampe ngiler!

Kesimpulan

Sego Njamoer ini adalah makanan yang praktis sebagai cemilan maupun sebagai menu utama, apalagi di bulan Ramadhan ini.

Produknya variatif dan rasanya enak. Penyajiannya pun sangat praktis dan bisa disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Cocok buat anak rantau yang butuh makanan praktis.

Apalagi sekarang produknya bisa dipesan secara online dan melalui marketplace yang ada. Semakin praktis kan?

Menurut saya, meskipun ini produk lama, tapi masih bersaing dan rasanya masih tetap original dengan variasi yang semakin banyak.

Baca juga  Avoskin Miraculous Retinol Ampoule: Setelah 6 bulan pemakaian. Worth it?

Penasaran? Cobain deh.

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.