Menulis artikel penelitian untuk publikasi mungkin terdengar seperti tahap tersulit dari penelitian, padahal justru sebaliknya. Ada beberapa tips mudah untuk menulis publikasi yang sudah banyak diterapkan oleh berbagai peneliti dan mahasiswa S2/S3 di berbagai belahan dunia.

Seperti apa tipsnya? Yuk disimak!

Oiya, sebelumnya disclaimer dulu, tips ini bukan tips untuk membuat penelitian ya, tapi untuk menuliskan hasil penelitian kita untuk kemudian dipublish ke jurnal.

Tips Mudah Menulis untuk Publikasi

Mulai dari bagian metode

Bagian metode sebenarnya adalah bagian yang termudah untuk kita tulis dalam artikel publikasi kita. Kenapa?

Karena semua periset atau researcher pasti mencatat langkah-langkah mereka untuk mendapatkan data dalam penelitian. Nah, di bagian metode atau method, kita hanya perlu menuliskan “perjalanan” kita untuk mendapatkan data yang menjawab pertanyaan penelitian kita.

Misalnya, kalau kita melakukan ekstraksi RNA, ya jelaskan saja tata caranya secara singkat, reagen dan alat yang digunakan. Ini berlaku juga untuk metode yang lainnya.

Yang jelas, pada section ini, kita harus menjelaskan metodenya dengan sejelas mungkin, sehingga hasil penelitian kita bisa direproduksi oleh orang lain.

Lanjut ke bagian hasil atau result

Selanjutnya kita menyusun cerita dari penelitian kita berdasarkan hasil penelitian yang sudah kita dapat. Dari hal yang mendasar hingga hal yang menjawab pertanyaan besar penelitian kita. Susunlah dengan urutan dan dengan format yang mudah dipahami oleh para pembaca.

Biasanya kita sudah punya susunan ini, karena ketika kita sudah berada di titik untuk mulai menulis publikasi, paling tidak kita sudah pernah melakukan presentasi, baik itu di seminar maupun di dalam institusi kita.

Baca juga  Software penting yang bermanfaat banget untuk S3

Jadi, menulis bagian ini sebenarnya sama sekali tidak sulit, karena kita pasti sudah punya hasil penelitian yang disusun menjadi sebuah jalan cerita. Tinggal dipercantik supaya mudah dipahami. Gunakan software yang membantu penulisan supaya lebih bagus.

Jangan lupa menuliskan narasi dari hasil yang didapatkan sesuai dengan gambar/figure dan/atau tabel yang dibuat.

Berikan diskusi dan kesimpulan

Nah, karena kita sudah menjabarkan hasil penelitian kita, selanjutnya kita menuliskan diskusi di bagian diskusi atau discussion.

Di bagian ini kita tidak perlu menjelaskan ulang hasil yang sudah dijabarkan pada sesi sebelumnya, tapi di sini kita bisa menjelaskan kenapa hasilnya begitu, kenapa berbeda dari publikasi sebelumnya, apa yang berbeda, dan semacamnya.

Kita juga bisa memberikan sedikit insight dan juga future direction tentang kemana sebaiknya penelitian di bidang kita ini dibawa. Sehingga para pembaca artikel publikasi kita bisa mendapatkan sebuah insight bahkan mungkin ide tentang pengembangan keilmuan ini ke depannya.

Diskusi ini mengalir mengikuti hasil penelitian yang sudah dipaparkan, makanya, tidak terlalu sulit menulis bagian ini apalagi setelah kita menyelesaikan bagian hasil.

Jangan lupa, tuliskan juga kesimpulan dari penelitian yang menjawab pertanyaan penelitian kita. Tapi, tentu saja dengan singkat dan jelas ya.

Introduction: placed in the front, but written in the last

Sebagai bagian yang ditulis diawal, bagian introduction atau pendahuluan ini menurut saya menjadi bagian yang cukup sulit untuk ditulis, sehingga lebih mudah ditulis diakhir.

Di bagian pendahuluan ini, kita harus bisa menjelaskan duduk masalah penelitian kita dan goal yang dicapai dalam penelitian, tapi dalam jumlah kata yang terbatas. Karena bagian pendahuluan biasanya tidak bisa terlalu panjang.

Baca juga  Cara Mencari Supervisor/Profesor untuk S3 di Jepang

Di bagian ini kita juga harus bisa menuliskan hal apa yang menarik dari penelitian kita. Menurut saya, hal-hal seperti ini lebih mudah dituliskan ketika kita sudah memahami betul gambaran besar dari hasil penelitian kita, dan memahami kelebihan serta kekurangan penelitian kita.

Tentunya bisa lebih mudah dilakukan jika kita sudah menyusun bagian hasil dan diskusi.

Terakhir, abstrak

Abstrak adalah sebuah ringkasan. Dan ringkasan ini harus dibuat semenarik mungkin sehingga editor jurnal tidak bisa untuk tidak membaca artikel penelitianmu yang panjang itu.

Nah, ringkasan ini tentu tidak bisa kita buat sebelum melihat keseluruhan artikel yang kita tulis. Makanya, abstrak akan sangat mudah ditulis diakhir, ketika artikel kita sudah sepenuhnya jadi.

Kesimpulan

Meskipun artikel penelitian punya urutan abstrak-introduksi-metode-hasil-diskusi-kesimpulan, tapi justru akan lebih mudah menulisnya jika ditulis dengan urutan metode-hasil-diskusi-kesimpulan-introduksi-abstrak.

Setuju ngga?

Share this post

Leave a Reply

Your email address will not be published.